![]() |
| Foto : istimewa |
PORTALKEKINIAN.COM - Tanpa hingar-bingar, peta politik Kota Dumai perlahan bergerak. Masuknya Hendri Sandra SE ke Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Amanat Nasional (PAN) Dumai di bawah kepemimpinan dr. Sunaryo menjadi penanda menguatnya PAN sebagai magnet baru politik lokal. Perpindahan tokoh besar lintas partai ini tak sekadar kabar biasa, melainkan sinyal perubahan arah kekuatan politik pasca Musyawarah Daerah (Musda) PAN Dumai.
Suhu politik Dumai pun kembali menghangat. Pasca Musda PAN yang digelar tahun lalu, dinamika internal partai dan komunikasi lintas tokoh politik disebut bergerak semakin intens. Konsolidasi yang dilakukan PAN Dumai secara perlahan mulai menunjukkan hasil nyata, ditandai dengan bergabungnya figur-figur berpengaruh.
Nama Hendri Sandra SE muncul sebagai kejutan. Mantan calon Wali Kota Dumai periode 2020–2024 itu selama ini dikenal sebagai politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dan pernah menjadi salah satu figur kuat dalam kontestasi politik lokal.
Isu kepindahannya sempat beredar luas di tengah masyarakat sebelum akhirnya dikonfirmasi langsung oleh yang bersangkutan.
Kabar tersebut sontak menjadi perbincangan hangat, baik di kalangan publik maupun elite politik lokal. Banyak pihak menilai, keputusan Hendri Sandra bukanlah langkah spontan. Kepindahan ini dibaca sebagai bagian dari kalkulasi politik yang matang di tengah perubahan konstelasi kekuatan politik di Kota Dumai.
Sebagaimana dilansir sebelumnya oleh Khabarmetro.com, Hendri Sandra membenarkan bahwa dirinya kini telah bergabung dengan PAN Dumai. Ia juga tidak menampik adanya komunikasi sebelumnya dengan Ketua DPD PAN Dumai, dr. Sunaryo, sebelum keputusan tersebut diambil.
“Sebelumnya memang sudah ada komunikasi dengan dr. Sunaryo. Namun untuk saat ini belum ada pembicaraan lebih lanjut. Soal posisi saya di PAN sebagai apa, saya juga belum tahu,” ujar Hendri dengan nada tenang.
Pernyataan Hendri kemudian ditutup dengan kalimat yang sarat makna politik. “Ini seperti kembali ke rumah lama, rumah lama tapi rasa rumah baru,” ungkapnya sambil tersenyum, seolah menandai babak baru dalam perjalanan politik yang tengah ia mulai.
Masuknya Hendri Sandra ke PAN Dumai dinilai bukan sekadar memperkuat struktur partai, tetapi juga menambah bobot politik PAN dalam membaca arah dukungan publik ke depan. Figur Hendri yang memiliki basis massa dan pengalaman politik dinilai memberi nilai tambah strategis.
Di bawah kepemimpinan dr. Sunaryo, PAN Dumai disebut-sebut tengah membangun fondasi baru dengan pendekatan yang lebih terbuka dan komunikatif. Strategi ini dinilai mampu menarik perhatian tokoh lintas partai yang melihat PAN sebagai ruang baru untuk berkontribusi.
Tahun politik yang kian mendekat menjadi latar penting dari dinamika ini. Perpindahan tokoh-tokoh politik di awal tahun dinilai sebagai sinyal awal penataan ulang kekuatan, sekaligus pemetaan peluang menuju kontestasi politik berikutnya.
Di tengah arus perubahan dan pergeseran kekuatan tersebut, PAN Dumai kini tak lagi sekadar partai peserta. Diam-diam menguat, partai berlambang matahari ini mulai dibaca sebagai aktor utama dan magnet politik baru dalam konstelasi politik Kota Dumai. (red)







0 Komentar