Foto: Dok. Red
PORTALKEKINIAN.COM - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan bahwa proses penyaluran APBN 2025 tetap berlangsung optimal hingga penutupan tahun anggaran. Pernyataan tersebut disampaikan Menkeu dalam siaran pers yang ditransmisikan melalui kanal YouTube Kompas TV, pada Rabu (31/12/2025).
Dalam kesempatan tersebut, Menkeu memanfaatkan agenda kunjungan kerja untuk berdialog langsung dengan satuan kerja yang dilayani, guna memperoleh gambaran menyeluruh terkait kelancaran proses pencairan anggaran di penghujung tahun.
Sebagai bagian dari agenda, Menkeu mengunjungi Direktorat SITP, KPPN Jakarta I, dan KPPN Jakarta II untuk memastikan seluruh operasional dan layanan tetap berjalan sesuai standar yang ditetapkan. Menurutnya, momentum akhir tahun menjadi krusial, khususnya bagi wilayah DKI Jakarta yang menangani sekitar 70 persen alokasi belanja pemerintah pusat dalam APBN.
Agenda kemudian dilanjutkan dengan rapat bersama para pimpinan dan pejabat terkait di lingkungan Kementerian Keuangan, serta dialog akhir tahun yang diikuti oleh seluruh jajaran Kemenkeu di Indonesia secara daring.
Dalam dialog tersebut, masing-masing regional melaporkan perkembangan dan kondisi pelaksanaan APBN di wilayahnya, termasuk penyelesaian transaksi akhir tahun anggaran 2025.
Menkeu menegaskan bahwa hingga menjelang penutupan kas, kinerja APBN berjalan on track dan terkendali, serta terus dipantau hingga batas akhir pukul 24.00 WIB. Realisasi APBN 2025 direncanakan akan diumumkan secara resmi dalam konferensi pers pada pekan berikutnya.
Lebih lanjut, Purbaya menjelaskan bahwa APBN akan terus dikelola sebagai instrumen utama stabilisasi dan akselerasi pertumbuhan ekonomi, sekaligus memastikan efektivitas program prioritas pemerintah dan penguatan perlindungan sosial bagi masyarakat.
Menanggapi kondisi ekonomi, Menkeu mengakui bahwa perekonomian nasional sempat melambat signifikan hingga sekitar bulan September 2025. Namun, melalui penyesuaian kebijakan fiskal yang disinergikan dengan kebijakan moneter Bank Sentral, ekonomi nasional berhasil pulih dengan cukup baik terutama pada kuartal keempat.
Ke depan, pemerintah berkomitmen memperkuat sinkronisasi kebijakan fiskal dan moneter serta meningkatkan komunikasi dengan Bank Sentral dan pelaku usaha. Langkah ini diyakini akan memperbaiki iklim investasi dan menghilangkan berbagai hambatan usaha secara bertahap
“Dengan kebijakan yang semakin selaras dan konsisten, pertumbuhan ekonomi tahun 2026 kami optimistis dapat mencapai 6 persen atau bahkan lebih,” ujar Menkeu.
Pemerintah optimistis, dengan pengelolaan APBN yang terjaga dan kebijakan yang semakin selaras, pertumbuhan ekonomi nasional ke depan dapat terus diperkuat. (RLS/Red)


0 Komentar