![]() |
| Foto: bunda Haslinar ( kiri) dan Ayah Zul As ( kanan) |
PORTALKEKINIAN.COM - Mantan Wali Kota Dumai, Zulkifli Anan singkah yang akrab di sapah Zul As, menggelar dialog hangat bersama mantan anggota DPRD Kota Dumai, Haslinar, dalam sebuah pertemuan santai yang berlangsung selama satu jam, dari pukul 17.00 hingga 18.00 WIB.
Dialog tersebut berlangsung di teras Rumah Zul As dengan latar taman yang asri, pada Minggu (4/1/26).
Dalam perbincangan eksklusif itu, kedua tokoh membahas pentingnya menjaga komunikasi politik yang harmonis di tengah dinamika politik Kota Dumai yang semakin dinamis dan sensitif.
Zul As menegaskan bahwa ruang dialog yang terbuka, disertai sikap saling menghormati, merupakan kunci utama dalam menjaga stabilitas sosial dan politik di daerah.
“Yang terpenting adalah membangun komunikasi yang harmonis. Perbedaan pandangan adalah hal yang wajar dalam politik, namun harus disikapi melalui dialog yang hangat dan konstruktif,” ujar Zul As dengan nada tenang.
Suasana dialog berlangsung cair dan penuh keakraban. Perbincangan diselingi dengan menikmati secangkir kopi serta kue hasil eksperimen buatan Haslinar. “Enak, Bunda,” celetuk Fatahuddin sambil tersenyum, sembari berbagi cerita pengalamannya membuat kue saat masih menjadi mahasiswa.
![]() |
| Bunda Haslinar (kiri), Fatahuddin (tengah) dan Ayah Zul As (kanan) |
Nuansa santai tersebut semakin mempertegas atmosfer kekeluargaan dalam pertemuan itu.
Menanggapi isu perpindahan partai yang belakangan mencuat, Haslinar secara terbuka meluruskan berbagai spekulasi yang berkembang di ruang publik.
Haslinar menegaskan bahwa hingga saat ini dirinya masih menjadi bagian dari Partai NasDem.
“Saat ini saya masih bagian dari keluarga besar NasDem,” kata Haslinar.
Meski demikian, Haslinar menyampaikan sikap terbukanya dalam menjalin silaturahmi lintas partai.
Haslinar menilai kehadiran dalam kegiatan partai lain, sepanjang bersifat undangan, merupakan bentuk komunikasi politik yang sehat dan wajar.
“Kalau diundang, saya datang. Itu bagian dari menjaga hubungan baik dan silaturahmi. Soal isu-isu yang beredar, kita lihat bagaimana ke depannya nanti,” ujarnya sambil tersenyum.
Dialog yang berlangsung dalam suasana santai tersebut mencerminkan pendekatan politik yang mengedepankan etika, kesejukan, dan saling menghargai.
Keduanya sepakat bahwa komunikasi yang baik antar tokoh publik memiliki peran penting dalam meredam spekulasi sekaligus membangun kepercayaan masyarakat.
Pertemuan ini sekaligus menegaskan bahwa politik tidak selalu identik dengan ketegangan. Melalui dialog yang jujur dan terbuka, perbedaan pandangan justru dapat dirajut menjadi kekuatan bersama demi kepentingan dan masa depan Kota Dumai. (red)







0 Komentar